
Pasuruan – Pemerintah Desa Wonosari, Kecamatan Tutur, sukses menggelar tradisi Grebek Memetri pada Minggu-Senin, 17–18 Agustus 2025. Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Pasuruan, Gus Shobih Asrori, serta turut didukung oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan, DPRD Kabupaten Pasuruan, Forkompicam dan masyarakat Desa Wonosari.
Tradisi tahunan ini digelar sebagai bentuk doa bersama memohon kebaikan, keamanan, dan kesejahteraan, sekaligus menjadi sarana promosi potensi wisata dan UMKM Desa Wonosari. Rangkaian acara berlangsung lancar dan penuh antusiasme, mulai dari doa lintas agama, arak-arakan kesenian lokal, pawai budaya Nusantara, hingga prosesi sedekah bumi.

Kepala Desa Wonosari, Imanuael Herlambang, menegaskan bahwa Grebek Memetri bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan juga momentum penting untuk mempererat persaudaraan antarwarga.
“Grebek Memetri ini bertujuan untuk berdoa memohon segala kebaikan, keamanan, dan kesejahteraan yang dikemas dengan rangkaian acara kebudayaan. Ke depan, Wonosari akan membuat ‘Malioboro Kecil’ Segitiga Emas Wonosari Nongkojajar, yang akan menjadi kebanggaan warga Wonosari sekaligus Kabupaten Pasuruan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara yang penuh kebersamaan ini.
“Kami mewakili Bupati Pasuruan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Desa Wonosari dan semua pihak yang telah mendukung acara ini. Semoga ke depan bisa lebih semarak,” ungkapnya.
Dengan adanya Grebek Memetri, Desa Wonosari tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga meneguhkan langkahnya sebagai destinasi wisata budaya di Kabupaten Pasuruan. (Red)